Dec 7, 2008

SEBUAH PILIHAN...


Cita-citaku pada masa SMU kelas 1 masih seperti kebanyakan anak kecil, menjadi dokter. Dari kecil aku selalu didoktrin untuk menjadi dokter. Padahal dulu aku takut kalo harus periksa ke dokter. Hingga akhirnya aku merenungkan tujuan hidupku saat menginjak kelas 2 SMU. Aku bersyukur bisa bersekolah di SMU yang benar-benar mengasah kepekaanku, menempa mentalku, dan memperkuat keimananku(Terima Kasih untuk ((guru-guru)) SMU 1 Teladan Yogyakarta). Aku menemukan minatku pada sebuah bidang. Arsitektur…Langsung saja malam setelah perenungan aku tancap gas menuju Gramedia. Aku lihat, aku baca segala macam tentang arsitektur. Yeah…inilah sebenarnya yang aku inginkan. Obsesi menjadi seorang dokter akhirnya patah setelah UM-UGM aku tidak diterima di pilihan itu. Aku sempat putus asa. Aku tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Aku lari pada pilihan Informatika di STT Telkom. Aku tidak yakin pilihan Arsitekturku di ITB akan berhasil. Ternyata aku salah. Hari pertama di STT-Telkom , kakakku dari rumah menelpon, “Dit, kamu diterima di ITB, ini suratnya baru nyampe”…aku tidak percaya…aku beli koran pengumuman SPMB…ternyata benar namaku terpampang jelas di baris paling atas. Sempat bimbang antara Telkom dan ITB. Namun akhirnya…ITB pilihanku…arsitekturlah pilihanku.

Tapi aku heran, kuliah di arsitektur sangat berbeda. Unik. Apa mungkin karena aku di Arsitektur ITB ya?Aku sempat tidak bisa mengimbangi karena aku sudah terbiasa dengan otak kiriku saat SMU. Terbiasa dengan hitungan, angka-angka, dan hafalan. Di sini aku harus me-reset ulang semua. Itu butuh waktu, hasilnya nilaiku hancur di semester awal tapi beranjak naik tiap semester. ..yah walaupun sedikit demi sedikit. Hingga sekarang aku masih bertahan di sini, menginjak tahun keempat di Arsitektur ITB. Apapun yang terjadi inilah pilihanku. Aku sempat ragu dan pesimis dengan arsitektur namun waktu membantuku menjelaskan semua. Menjelaskan tentang arti hidup, arti cinta, dan arti Sang Pencipta. Aku harus bertanggung jawab terhadap pilihanku.

1 comment:

Afin said...

lanjutin blognya dong pak,,,
jangan lupa berkunjung ke blog ku
akuorangbiasa.wordpress.com